01. sekedar berbagi nikmat yang dikaruniakan Allah | sekaligus menguatkan Mukmin yang menikah betul-betul karena Allah
02. jangan pikir nikah itu mudah, dan jangan pikir semua indah | justru
sesudah nikah sebaliknya malah, harus lebih sabar dan istiqamah
03. tapi tentu juga nggak sesulit yang dikatakan | yang jelas perlu ilmu dan keikhlasan
04. saya jadi Muslim tahun 2002 dan baru 2006 menikah | jadi 4 tahun ditempa dan bersabar sebelum menikah
05. selama 4 tahun itulah saya halqah, dakwah, dan dibebani amanah |
belajar jadi pemimpin di organisasi, bersiap untuk hari depan
06. niat saya menikah di tahun 2002 setelah Muslim kandas | karena kedua orangtua merasa saya belum pantas
07. maka dari 2002 itulah saya serius menyiapkan diri bukan hanya untuk
menikah | memburu ilmu menjadi seorang imam, suami dan ayah
08. semua buku keteladanan Rasul sebagai suami saya lahap | juga belajar dari senior dakwah yang sudah menikah dan jadi teladan
09. terimakasih kepada @mfatihkarim @epitaufik dua ustadz terbaik |
2006 saya merasa sudah siap dan sanggup memimpin belahan hati
10. alhamdulillah tidak terlalu sulit mencari pasangan hidup | dakwah menghantarkan saya berjumpa @ummualila
11. dengan uang 1,5 juta di tangan berikut 5 juta hibah papi-mami | majulah saya ke jenjang pernikahan yang sudah dinanti
12. setelah menikah hasilnya luar biasa, tak terduga | 1,5 juta hanya cukup sampai 2 bulan saja
13. bulan ke-3 saya dan @ummualila gelandangan tunakarya | biasanya
cari kerja begitu mudah, Allah uji saya apply kerja kemana-mana ditolak
14. sampai-sampai @ummualila yang sudah biasa jadi guru les privat | terpaksa saya terjunkan lagi untuk apply bantu cari duit
15. walhasil, @ummualila yang sudah 4 tahun berpengalaman jadi guru
privat | juga ditolak ketika apply di 2 perusahaan, behh... rasanya..
16. "ini ujian Allah", saya sampaikan pada @ummualila | sementara tagihan-tagihan bulanan terus berdatangan tak peduli
17. pagi pergi bawa map apply kerja sampai sore | pulang @ummualila menanti dan kita tetep kere
18. akhirnya pas 3.5 bulan setelah nikah menjelang lebaran | Allah memberikan jua yang dinanti-nanti, penghasilan!
19. nggak tanggung-tanggung, saya jadi pedagang emas | waktu itu oktober 2006, dan emas yang saya jual emas kawin @ummualila
20. saya inget betul, emas kawin berupa gelang dan beberapa cincin |
laku 2.3 juta kita jual di Toko Emas "Cong", Gabus, Pati Jawa Tengah
21. kita jalani lagi hidup dari hasil jualan emas kawin | namun justru @ummualila bertambah menawan
22. jujur saya malu jadi suaminya @ummualila saat itu | nggak mampu menafkahi lahir dengan mencukupi
23. tapi @ummualila selalu menguatkan komitmen nikahnya | "ummi akan selalu mendukung dan menurut pada abi"
24. tentu sebagai suami saya tidak berdiam diri | segala koneksi
dihubungi, cara dicoba, namun Allah rupanya masih kehendak menguji
25. ditengah-tengah semua itu saya mendapatkan kabar gembira | @ummualila hamil! masyaAllah saktinya saya
26. "sungguh bersama kesulitan ada kemudahan" | terngiang-ngiang ayat Allah, terasa begitu istimewa berbarengan kabar itu
27. "aku akan jadi seorang abi!" | senyum @ummualila melengkapi kegirangan berita yang dinanti
28. kita periksakan kehamilannya setiap minggu | walau uang untuk makan saja tak cukup seminggu
29. ketika pemeriksaan yang kedua | dokter berkata "ehm.. (something
wrong nih), pak, bu, saya menemukan keanehan pada kehamilan"
30. "kehamilan ibu disinyalir "blighted ovum" | langsung lemes saya, nggk perlu tau artinya saya langsung lemes
31. "janinnya hampir 2 bulan pak, tapi nggak bertumbuh dan nggak ada detak jantung" | kali ini saya bener-bener lemes
32. kita cari 3 dokter kehamilan untuk second dan third opinion, semua
sama | bayi yang ada di perut @ummualila sudah tak bernyawa
33. sepulang dari 3 dokter dan beberapa kali pemeriksaan medis | @ummualila kontan menangis agar bisa terima realita
34. anaknya harus dikuret, perlu uang 3 juta lagi | pertanyaannya dari mana? tabungan nggak ada? kerjaan nggak punya?
35. masyaAllah ternyata turunnya bantuan sekali lagi lewat papi-mami |
kita dikasi pinjeman lunak (nggak tau sampe kapan bayarnya) 3 juta
36. kebayang nggak malunya lelaki? sudah nikah masih merepotkan orangtua? | rasanya nggak ada harganya, bener-bener hina
37. kita istighfar kepada Allah, taubat atas dosa | dan berpikir "ya
Allah apakah aku sudah sebegitu takwanya sampai ujian seberat ini?"
38. tapi kita memahami setiap ujian tentu Allah sesuaikandengan hamba-Nya | begitulah cara Allah mendidik dan memuliakan kita
39. sepulang @ummualila dikuret, kita jatuh bangkrut lagi | apalagi yang mau dijual? masak mas kawin cincin juga mau dijual?
40. saya lupa ceritakan, saat nikah @ummualila punya motor honda impressa | dia beli second dengan harga 6 juta
41. motor itulah yang juga saya jual | honda impressa bobrok tapi motor dakwah | sudah ratusan kilo mengantar saya dakwah
42. honda impressa tahun 2000 | laku 3 juta saja sudah ok pic.twitter.com/rkPOQylb9e
43. "apakah manusia mengira mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami
telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS 29:2)
44.
sering saya dan @ummualila mengais-ngais laci mencari keping-keping 500 |
melengkapi lembar ribuan lusuh buat ditukar nasi padang
45. anak nggak jadi punya, penghasilan nggak ada | sedih sih iya tapi nggak sempet depresi, kita masih inget Allah
46. halqah terus dilanjut setiap minggunya | darimana uang bensin? |
alhamdulillah saat itu saya dibayar 50.000/bulan mengajar kajian kitab
47. lebih dari 1.5 tahun setiap halqah | ketika ditanya musyrif
(ustadz) "mana iuran untuk dakwah?" | saya jawab "afwan belum ada tadz"
48. bahkan tahun 2007 saya dapat jatah zakat | "lix, ini saya ada uang 400 ribu buat antum, semoga manfaat" | terdiam saya
49. terdiam bukan apa tapi mikir | mau nerima malu nggak nerima perlu |
akhirnya saya jawab "jazakallah, Allah balas yang lebih baik"
50.
dari situ saya mengetahui Allah memang Maha Memberi Rezeki | dan
kebanyakan lewat tangan orang lain yang jarang kita syukuri
51.
adakalanya saya berpikir "bener nggak jalan yang sudah saya pilih? jalan
dakwah?" | apalagi saat ketemu sanak saudara yang udah kaya
52. ada yang sudah jadi kepala cabang, ada yang sudah jadi manager | sementara Felix? yang masuk Islam itu? gelandangan!
53. "terlalu idealis sih!" "kamu aneh sih, asuransi nggak mau, bunga nggak mau" | liat mereka sudah mapan semua, minder rasanya
54. bertemu dengan para ustadz kembali diingatkan | "terus kalau udah
punya semua mau apa? inget lix, bedain mana sarana mana tujuan!"
55. sampai suatu hari saya masih inget juga | ada anak baru pindahan dari bogor ke JKT | saya ajak nemenin saya ngisi di senen
56. di boncengan motor belakang saya dia bilang | "mas, terus kalo mas nggak kerja dan dakwah mulu, keluarga makannya gimana?"
57. saya berusaha tenang, "bukannya nggak mau kerja mas, mungkin Allah
belum kasih (dalam hati saya mengingat semua penolakan kerja)"
58. "tapi yakin deh, Allah pasti kasih jalan" | saya menutup diskusi itu, getir
59. sore itu dia menemani saya | jadi MC di acara kajian salah satu STIE di senen | waktu itu materinya "The Way To Belief"
60. sepulang kajian, direktur operasionalnya menemui saya | "ustadz Felix mau ngajar disini?"
61. kayak disiram air, dihati bersorak, alhamdulillah! | "bisa pak,
insyaAllah bisa" | "ustadz Felix bisa ngajar apa?" | "apa aja pak!"
62. "ngajar Matematika Dasar bisa pak?" | "insyaAllah pak, kapan
mulainya?" | "besok interview ya pak!" | ya Allah, secercah harapan
63. sepulangnya saya mampir di kramat kwitang, buku second murah | beli "Matematika Dasar" seharga 25.000 | saya pelajar ulangi
64. kelak modal 25.000 itulah saya jadi dosen favorit Matematika Dasar |
dan mengantongi 2 juta honor pertama saya bulan depannya
65. Allah selalu kasih jalan selama Dia masih izinkan kita hidup | kalau sudah nggak dikasi berarti Allah pengen ketemu kita simpel kan
66. singkat cerita, waktu demi waktu kehidupan semakin membaik | ada jalan selama ada sabar, dan usaha terbaik
67. menikah pasti banyak halangan dan hambatan | karenanya ilmu agama wajib jadi bekal kedepan
68. penuhi kewajiban kepada Allah | juga penuhi hukum sebab-akibat di dunia
69. lelaki yang memahami agama | tentu nggak akan lemah terhadap dunia
70. uang bisa dicari bila ada ilmunya | ketidakpastian di masa depan pernikahan jadi ringan karena paham agama
71. dengan ilmu ujian jadi pelajaran | dengan ilmu kesulitan jadi penguat keimanan
72. singkat cerita (karena sudah mau isya) | harini 25/04/2013 | berlalu sudah 5 tahun semenjak saya jual motor istri saya
73. alhamdulillah hari ini saya bisa mengganti motor @ummualila | tunai
tanpa leasing | ganti motor yang terjual karena lemahnya saya
74. hari ini bukan motor yang jadi cerita | tapi ucapan terimakasih atas segenap cinta
75. terimakasih @ummualila atas kesabaran dan penerimaan | atas kesempatan boleh memimpinmu dalam jalan kehidupan
76. demikian Allah beri ganti 4 anak atas 1 yang diambil | 3 di foto 1 di kandungan | dan kenikmatan tiada tara
Sunday, June 29, 2014
Tuesday, April 29, 2014
Lima Menit Saja
Seorang ibu duduk di samping seorang pria di bangku dekat Taman-Main di West Coast Park pada suatu minggu pagi yang indah cerah. “Tuh.., itu putraku yang di situ,” katanya, sambil menunjuk ke arah seorang anak kecil dalam T-shirt merah yang sedang meluncur turun dipelorotan. Mata ibu itu berbinar, bangga.
“Wah, bagus sekali bocah itu,” kata bapak di sebelahnya. “Lihat anak yang sedang main ayunan di bandulan pakai T-shirt biru itu? Dia anakku,” sambungnya, memperkenalkan. Lalu, sambil melihat arloji, ia memanggil putranya. “Ayo Jack, gimana kalau kita sekarang pulang?” Jack, bocah kecil itu, setengah memelas, berkata, “Kalau lima menit lagi,boleh ya, Yahhh? Sebentar lagi Ayah, boleh kan? Cuma tambah lima menit kok,yaaa…?”
Pria itu mengangguk dan Jack meneruskan main ayunan untuk memuaskan hatinya. Menit menit berlalu, sang ayah berdiri, memanggil anaknya lagi. “Ayo, ayo, sudah waktunya berangkat?” Lagi-lagi Jack memohon, “Ayah, lima menit lagilah. Cuma lima menit tok, ya? Boleh ya, Yah?” pintanya sambil menggaruk-garuk kepalanya. Pria itu bersenyum dan berkata, “OK-lah, iyalah…”
“Wah, bapak pasti seorang ayah yang sabar,” ibu yang di sampingnya, dan melihat adegan itu, tersenyum senang dengan sikap lelaki itu. Pria itu membalas senyum, lalu berkata, “Putraku yang lebih tua, John, tahun lalu terbunuh selagi bersepeda di dekat sini, oleh sopir yang mabuk. Tahu tidak, aku tak pernah memberikan cukup waktu untuk bersama John. Sekarang apa pun ingin kuberikan demi Jack, asal saja saya bisa bersamanya biar pun hanya untuk lima menit lagi. Saya bernazar tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi terhadap Jack. Ia pikir, ia dapat lima menit ekstra tambahan untuk berayun, untuk terus bermain. Padahal, sebenarnya, sayalah yang memperoleh tambahan lima menit memandangi dia bermain, menikmati kebersamaan bersama dia, menikmati tawa renyah-bahagianya….”
Hidup ini bukanlah suatu lomba. Hidup ialah masalah membuat prioritas. Berikanlah pada seseorang yang kaukasihi, lima menit saja dari waktumu, dan engkau pastilah tidak akan menyesal selamanya. Prioritas apa yang Anda miliki saat ini?
EMPAT LILIN
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka
Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu.
Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:
“Akulah HARAPAN.”
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!
Friday, April 11, 2014
Monday, April 7, 2014
Materi Pengelolaan Project Sistem Informasi (PPSI)
Silakan download Link di bawah :
Penjadwalan ProjectSI
Pelajari dengan baik, bisa diterapkan.
Semoga bermanfaat
Penjadwalan ProjectSI
Pelajari dengan baik, bisa diterapkan.
Semoga bermanfaat
Friday, February 7, 2014
Di Mana Letak Kebahagiaan ?
Konon pada suatu waktu, Tuhan memanggil tiga malaikatnya. Sambil memperlihatkan sesuatu Tuhan berkata, “Ini namanya Kebahagiaan. Ini sangat bernilai sekali. Ini dicari dan diperlukan oleh manusia. Simpanlah di suatu tempat supaya manusia sendiri yang menemukannya. Jangan ditempat yang terlalu mudah sebab nanti kebahagiaan ini disia-siakan. Tetapi jangan pula di tempat yang terlalu susah sehingga tidak bisa ditemukan oleh manusia. Dan yang penting, letakkan kebahagiaan itu di tempat yang bersih”.
Setelah mendapat perintah tersebut, turunlah ketiga malaikat itu langsung ke bumi untuk meletakkan kebahagiaan tersebut. Tetapi dimana meletakkannya?
Malaikat pertama mengusulkan, “Letakan dipuncak gunung yang tinggi”.
Tetapi para malaikat yang lain kurang setuju.
Lalu malaikat kedua berkata, “Latakkan di dasar samudera”.
Tetapi para malaikat yang lain kurang setuju.
Lalu malaikat kedua berkata, “Latakkan di dasar samudera”.
Usul itupun kurang disepakati.
“SEBUAH KISAH YANG INDAH”
Sebuah kisah yg Indah.. Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, ” Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!” Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain.
Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena sikapnya. Jerry adalah seorang motivator alami. jika karyawannya sedang mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana , memberitahu karyawan tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialamai. Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari aku temui Jerry dan bertanya padanya, “Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu. Bagaimana kamu dapat melakukannya? ” Jerry menjawab, “Tiap pagi aku bangun dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik.
Subscribe to:
Posts (Atom)